Beladiri Jepang
Selasa, 20 November 2012
BELADIRI JEPANG
Aikido (bahasa Jepang: 合気道, aikidō)
adalah seni beladiri yang mempunyai akar pertumbuhan dan budaya dari
Jepang. Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang
dengan selimut budaya Jepang tradisional. Hal ini membuat seni beladiri
yang dikembangkan oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1800-an( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei)
menjadi sangat diminati berbagai kalangan pada abad modern ini sebagai
sebuah gaya hidup. Akar ilmu bela diri aikido terutama berasal dari
sebuah tradisi bela diri kuno yang turun temurun hanya dimiliki oleh
sebuah keluarga istana, yaitu "[1] Daito Ryu Aiki-Jujutsu
(atau ju-jutsu)". Dalam tradisi lama "Jutsu" berarti sebuah "art" atau
"seni", sehingga bentuk lama ini mempunyai pakem-nya sendiri sebagai
sebuah tradisi dengan tatanan gerak tertentu. "Daito" adalah sebuah nama
yang merujuk kepada nama sebuah istana, yaitu Daito. "Daito" merupakan
istana milik putra keturunan Kaisar Seiwa bernama Minamoto Genji
Yohimitsu. Yoshimitsu diwariskan ilmu ini oleh putra ke enam Kaisar
Seiwa yaitu Pangeran Teijun yang sangat menggemari ilmu beladiri.
Morihei Ueshiba yang biasa disebut sebagai O-Sensei mempelajari ilmu
"Aiki" ini dari guru pewaris ilmu ini yaitu "Sokaku Takeda". "Takeda"
adalah sebuah nama keluarga yang tidak lain adalah nama lain dari
keluarga "Minamoto". Dengan bakat yang begitu besar, Morihei Ueshiba
telah menyebarkan muridnya ke seluruh dunia untuk memperkenalkan
keindahan ilmu seni beladiri aikido ini. Saat ini, aikido telah
berkembang sekurangnya ke 93 negara di Asia, Eropa, Amerika, Australia
Langganan:
Postingan (Atom)
